Pariwisata merupakan salah satu industri yang pesat perkembangannya saat ini. Sayangnya, jumlah wisatawan yang kian meningkat sepanjang waktu, tidak diikuti dengan sikap dan kesadaran akan kelestarian lingkungan dari obyek wisata yang dikunjungi. Sasaran yang ingin dicapai dari industri pariwisata, sebagian besar terkesan hanya memprioritaskan keuntungan materi semata. Upaya untuk memupuk rasa cinta terhadap alam kurang mendapat perhatian dari pihak penyelenggara program wisata maupun pengelola obyek wisata itu sendiri.
Tak jarang, guna meningkatkan arus wisatawan yang berkunjung ke suatu obyek wisata, sekian hektar hutan terpaksa harus dikorbankan untuk ditebang. Misalnya, untuk membangun sebuah lapangan terbang kecil atau sebuah hotel mewah. Bayangkan, berapa jenis (spesies) hewan dan tumbuhan yang akan kehilangan 'tempat tinggal'. Belum lagi, makhluk hidup lain yang berukuran 'kecil', seperti jamur dan jasad renik pengurai, juga akan ikut mati.
Kesadaran wisatawan untuk ikut melestarikan flora maupun fauna yang hidup di suatu obyek wisata tertentu juga masih relatif rendah. Buktinya? Lihat saja keadaan pantai-pantai kita yang hampir semuanya tercemar oleh sampah yang ditinggalkan oleh para pengunjung. Kondisi yang tak jauh berbeda juga dialami oleh obyek-obyek wisata yang terletak di daerah pegunungan.
Sampah-sampah tersebut, terutama yang berupa plastik dan styrofoam, akan merusak bumi, karena baru akan terurai jutaan tahun kemudian. Dan tak jarang, hewan-hewan seperti ikan atau tupai menduga sampah plastik dan styrofoam itu adalah sejenis makanan. Kenyataannya, itu merupakan makanan yang mematikan!
Ulah para wisatawan yang memetik jenis-jenis tanaman tertentu untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan maupun oleh-oleh juga akan berdampak terhadap keseimbangan alam. Kita mungkin tidak mengetahui kalau tanaman tersebut merupakan makanan bagi jenis hewan tertentu. Contohnya, daun tanaman Eucalyptus yang merupakan makanan utama hewan koala yang hidup di Australia. Apabila tanaman tersebut berkurang, hewan-hewan yang 'berkepentingan' otomatis juga akan menurun jumlahnya.
Keragaman dan kelimpahan jenis tanaman yang terdapat di dalam suatu ekosistem, misalnya hutan atau danau, memang berkaitan erat dengan keragaman dan kelimpahan jenis hewan yang hidup di dalam ekosistem tersebut. Sebab, di alam ini berlaku hubungan saling ketergantungan antara komponen alam yang satu dengan komponen lainnya, termasuk kita manusia, yang dikenal sebagai rantai makanan. Dengan menyadari bahwa kita pun termasuk salah satu dari komponen alam, maka sepatutnyalah jika kita ikut membantu menjaga kelestarian komponen alam lainnya.
Karena itu, jika Anda sekeluarga pergi berwisata ke suatu tempat, ingatlah selalu untuk tidak menjadi 'perusak' keseimbangan alam. Biarkan komponen-komponen alam menjalankan fungsinya masing-masing. Begitu Anda sekeluarga akan beranjak pulang, ingatlah untuk tidak meninggalkan apapun selain jejak kaki dan jangan membawa benda apapun dari tempat obyek wisata tersebut, selain foto sebagai kenang-kenangan.
No comments:
Post a Comment