Dampak Si Manis berjuluk gula ini ternyata tidak semanis rasanya. Karena kalau kita terlalu akrab dengannya akan merugikan kesehatan. Bagaimana agar aman?
Ada dua alasan mengapa tubuh kita membutuhkan gula atau pemanis. Pertama, sebagai sumber energi. Energi yang dihasilkan gula lebih efektif dibandingkan dengan sumber makanan lain. Mengapa? Ini karena bentuk energi yang dibutuhkan oleh tubuh pada dasarnya adalah glukosa. Begitu masuk ke dalam tubuh, gula akan langsung dibentuk menjadi glukosa dan siap untuk mendukung kerja tubuh. Nutrisi jenis lain, misalnya lemak atau protein dapat diubah menjadi glukosa, namun harus menempuh jalur yang cukup panjang.
Kedua, untuk memanjakan lidah, terutama lidah bagian depan, yang berperan sebagai pengecap manis. Rasa manis inilah yang mengakibatkan gula dicari banyak orang.
Jenis gula
Jenis gula pun dibedakan menjadi dua. Gula alami dan gula buatan. Gula alami termasuk yang terdapat dalam buah-buahan, sayuran, susu dan lain sebagainya. Sedangkan gula buatan, yang sering kita kenal sebagai gula putih, adalah hasil isolasi tebu atau nira melalui sebuah proses industri. Ini yang disebut sebagai sukrosa.
Selain itu, dikenal pula gula anggur (dekstrosa), gula buah (fruktosa), sirup glukosa, maltodekstrin, maltosa dan gula susu (laktosa). Masih ada lagi jenis Si Manis ini yang merupakan hasil sintetis dan dibuat di dalam laboratorium. Biasanya digunakan dalam industri, yang dikenal juga sebagai pemanis buatan.
Berbagai jenis gula yang kita konsumsi sehari-hari tidak mengandung vitamin atau serat kasar. Hal ini karena dalam proses pengolahannya, semua zat makanan tersebut hilang, hingga hanya terdapat bahan yang terisolasi dan konsentrat yang telah mengalami denaturasi. Yang dikandung dalam gula hanyalah sedikit mineral. Sebagai sumber energi yang efektif, dalam 100 gram gula terdapat sekitar 400 kkal.
Pengolahan gula dalam tubuh
Setelah masuk ke dalam tubuh, gula akan diubah menjadi glukosa dan menjadi sumber energi. Dalam kondisi normal, tidak ada kelebihan glukosa dalam darah, karena hormon insulin akan bekerja untuk menyimpan kelebihan tersebut ke dalam beberapa organ, diantaranya ke dalam otot dan hati. Pada penderita diabetes, kinerja insulin ini sudah tidak lagi optimal, sehingga kadar gula dalam darah akan meningkat di luar batas normal. Padahal glukosa dalam darah yang jumlahnya berlebih akan membawa berbagai penyakit, diantaranya adalah gangguan pada mata, jantung dan pembuluh darah itu sendiri.
Untuk mengetahui berapa jumlah gula yang sebaiknya anda konsumsi, sesuaikan dengan kebutuhan kalori harian. Menurut ahli gizi, kebutuhan glukosa harian minimal tiap orang sekitar 180 gram per hari. Jumlah tersebut digunakan untuk sumber tenaga beberapa organ vital yang hanya bisa mendapatkan energi dari glukosa. Organ-organ itu adalah otak, persarafan dan sel darah merah. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi maka akan terjadi gangguan, misalnya terdapat rasa kesemutan, pusing dan perasaan lemas.
Meskipun diperlukan untuk sumber tenaga, perlu anda perhatikan bahwa konsumsi makanan yang manis atau disebut juga sebagai gula sederhana sebaiknya dibatasi. Sebagai catatan, selain gula yang terdapat dalam minuman atau makanan yang memang terasa manis, dalam berbagai bahan pangan yang lain terdapat juga sumber gula yang seringkali tidak kita sadari.
Sebagai hitungan kasar, gula sederhana yang dapat anda konsumsi maksimal sekitar 10% dari kebutuhan kalori anda. Jika kebutuhan kalori harian sekitar 2000-2400 kkal, maka makanan atau minuman manis yang dapat anda konsumsi sekitar 200-240 kkal. Jumlah itu setara dengan 0,5 liter minuman berkarbonasi atau cokelat batangan sebanyak 30 gram.
Tambahan informasi, untuk menjadi kalori, gula di dalam tubuh tidak dapat bekerja secara optimal. Ia memerlukan suatu jenis vitamin, yaitu vitamin B1 untuk menstimulir perubahan gula menjadi kalori. Vitamin B1 tersebut terdapat dalam berbagai jenis makanan, seperti biji-bijian yang masih mengandung kulit ari, kentang, sayuran dan sebagainya. Jika kekurangan vitamin B1, kemungkinan fungsi gula di dalam tubuh untuk menghasilkan energi menjadi tidak optimal, karena metabolisme kurang sempurna. Tubuh akan mengalami kekurangan suplai energi pada organ tertentu seperti persarafan, dan akibatnya timbul rasa pusing atau kesemutan.
Jangan berlebih
Terlalu banyak mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung gula dapat menimbulkan dampak-dampak yang merugikan, antara lain karies pada gigi, gangguan pencernaan khususnya pada usus, kelebihan berat badan (gemuk), penyakit jantung, keputihan dan lain sebagainya.
Kecerobohan pemeliharaan gigi (setelah mengkonsumsi makanan bergula) akan menghasilkan lapisan kotoran pada gigi. Melalui pembongkaran karbohidrat pada lapisan kotor tersebut akan dihasilkan asam, yang dapat merusak lapisan email gigi dan meninggalkan pengapuran (lapisan karies) pada gigi.
Kecenderungan tersebut lebih besar lagi jika mengkonsumsi makanan bergula yang juga mengandung asam seperti cola, minuman asam yang bergula atau makanan lain yang merupakan suatu kombinasi antara pati dan asam. Susu dapat menetralisir asam tersebut jika dikonsumsi secara intensif, sama seperti memperbanyak air liur melalui pengunyahan yang tepat dan sempurna. Oleh karena itu, sebaiknya setelah mengkonsumsi makanan bergula atau kombinasi dari bahan-bahan pati dan asam, segeralah menyikat gigi, sehingga tidak ada yang tertinggal pada gigi.
Gula juga dapat memperbanyak atau menjaring flora (mikroba) usus dan merupakan makanan yang menyenangkan bagi jamur di usus. Dan selanjutnya apa yang terjadi? Jika jamur dalam usus berkembang biak, usus tidak berfungsi secara normal, dan dalam kasus yang sangat parah dapat menyebabkan infeksi dalam saluran pencernaan.
Gula dan makanan bergula tinggi, termasuk sirup dan minuman penyegar, dapat menyebabkan kelebihan berat, karena seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa gula mengandung kalori yang cukup tinggi akan tetapi nilai gizinya sangat sedikit, maka akan terjadi ketidakseimbangan energi apabila kita memakan lebih dari jumlah yang dibutuhkan. Jika kelebihan tersebut terjadi terus menerus, gula akan diubah menjadi lemak di dalam tubuh. Selanjutnya efek samping yang timbul akibat kelebihan berat adalah gangguan pada sirkulasi lemak, sirkulasi darah, penyakit gula (diabetes) dan nyeri pada persendian.
Satu ungkapan yang sering didengungkan oleh ahli pangan maupun kesehatan adalah "makan tidak perlu terlalu banyak, namun berkualitas tinggi", dapat kita terapkan pula dalam mengkonsumsi makanan bergula tersebut.
Artinya, cukuplah kita mengkonsumsi gula secukupnya saja.