ADA ASUMSI PARA AHLI YANG MENYATAKAN BAHWA KOMUNITAS MASYARAKAT YANG MENGKONSUMSI KALSIUM SECARA CUKUP DIHARAPKAN AKAN MAMPU MENGURANGI PENDERITA JANTUNG SEKITAR 20%.
Zat ini sudah seringkali kita dengar. Selama ini Kalsium dikenal sebagai zat yang kurang diperhitungkan bagi kesehatan jantung. Sejauh ini kita mengenal Kalsium sebagai zat pelindung utama dari osteoporosis, yaitu proses pengeroposan tulang yang lebih banyak menyerang wanita. Sekarang ini juga telah terbukti bahwa Kalsium juga bermanfaat untuk sistem peredaran darah dan jantung karena Kalsium mampu menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh.
Lebih istimewanya lagi, Kalsium hanya berpengaruh pada jenis kolesterol LDL (kolesterol jahat). Dengan asupan Kalsium yang cukup, LDL akan mengalami penurunan yang cukup berarti.
Dalam hal menurunkan kolesterol ini, khasiat Kalsium lebih kecil dari obat-obatan anti kolesterol yang sudah beredar di pasaran, tetapi Kalsium tidak menimbulkan efek apapun terhadap lemak darah. Tentunya untuk mendapatkan keseimbangan Kalsium di dalam tubuh dengan baik juga dibutuhkan kombinasi diet dan olahraga yang baik.
Gejala kekurangan Kalsium di dalam tubuh pun dapat kita kenali dengan mudah, seperti timbulnya kram atau kejang otot, sulit tidur, sakit atau peradangan sendi, gigi yang menjadi busuk dan tekanan darah tinggi.
Kacang-kacangan termasuk sumber Kalsium yang dianjurkan, termasuk hasil olahan kedelai. Sayuran daun hijau seperti bayam, sawi, daun kacang panjang, daun pepaya, daun singkong, daun labu dan daun melinjo. Kalsium juga terdapat dalam kacang hijau, kacang merah, kacang tolo alias kacang tunggak, kedelai, tempe, oncom dan tahu.
Sekalipun mudah diperoleh, jali dan wijen nyaris tak pernah diolah di dapur padahal kandungan Kalsium-nya sangat tinggi. Menaburkan wijen sangrai ke atas sayuran tumis siap saji dapat menambah gurih sekaligus memperkaya kandungan Kalsium-nya.
Ikan yang dimakan bersama tulangnya termasuk sumber Kalsium yang dapat diandalkan, seperti ikan teri, rebon, belut, ikan sarden kalengan dan ikan pindang duri lunak.
Bahan makanan hewani lainnya yang kaya Kalsium adalah susu, kuning telur dan daging sapi. Sayangnya bahan hewani ini jika dikonsumsi berlebihan, terutama daging sapi, bisa menghambat penyerapan Kalsium karena kadar proteinnya tinggi. Kandungan proteinnya yang tinggi akan meningkatkan keasaman (pH) darah. Guna menjaga agar keasaman darah tetap normal, tubuh terpaksa menarik deposit Kalsium (yang bersifat basa) dari tulang, sehingga kepadatan tulang berkurang. Karena itu, sekalipun kaya Kalsium, makanan hewani harus dikonsumsi secukupnya saja. Jika berlebihan justru dapat menggerogoti tabungan Kalsium dan mempermudah terjadinya keropos tulang.
No comments:
Post a Comment