MINUMAN TEH SUDAH SANGAT DIKENAL SELAMA RATUSAN TAHUN. DI HAMPIR SEANTERO DUNIA MINUM TEH SEPERTI SUDAH MENJADI TRADISI.
MANFAAT APA YANG DIKANDUNG DALAM TEH?
Berdasarkan cara pengolahannya, teh dibagi menjadi tiga macam yaitu :
1. Teh hitam2. Teh oolong
3. Teh hijau
Ketiga jenis teh ini memiliki manfaat bagi kesehatan, sebab ketiganya tetap mengandung komponen yang bermanfaat bagi kesehatan, hanya saja berbeda dalam jumlahnya. Oleh sebab itu tidak salah jika seseorang memilih salah satu jenis teh tersebut. Jadi, pemilihan jenis teh yang dikonsumsi hanyalah soal kesukaan saja. Jenis teh yang banyak dikonsumsi di Indonesia yaitu teh hitam dan teh hijau. Biasanya teh hijau juga dikenal sebagai teh wangi, karena bahan dasar teh wangi adalah teh hijau.
Teh mengandung zat antioksidan yang dikenal yaitu polifenol yang berperan besar dalam pencegahan berbagai penyakit. Polifenol berfungsi untuk menetralisir radikal bebas. Radikal bebas merupakan produk sampingan dari proses kimiawi tubuh yang cukup mengganggu. Polifenol pada teh secara lebih spesifik lagi yaitu Epigallocatechin Gallate.
Epigallocatechin Gallate (EGCG) adalah komponen bioaktif paling dominan di dalam teh yang bermanfaat bagi kesehatan, dengan kekuatan 100 kali dari vitamin C dan 25 kali dari vitamin E.
Teh yang mengandung banyak Epigallocatechin Gallate (EGCG) adalah teh hijau dengan khasiat, yaitu :
- Antioksidan kuat yang melindungi bagian dalam pembuluh darah agar tidak mengalami proses pengapuran.
- Potensial menghambat aktifitas senyawa karsinogenik pembentuk kanker.
- Mencegah tekanan darah tinggi melalui penghambatan aktifitas enzim Angiotensin Transferase penyebab timbulnya tekanan darah tinggi.
- Senyawa Cathecin mempunyai sifat antimikrobia, senyawa ini juga mampu menonaktifkan virus yang menjadi penyebab dari influensa. Selain dapat melawan bakteri, teh hijau dapat membantu mengurangi kemerahan, inflamasi dan aktifitas hormon.
- Kafein/Tehine dari teh hijau mampu menstimulasi sistem saraf pusat sehingga mempunyai efek menyegarkan tubuh.
- Senyawa Polyphenol merupakan antioksidan yang menetralisir produk metabolisme penyebab proses penuaan.
- Mineral Fluor cukup banyak di dalam teh hijau, yang mencegah Karies pada gigi. Selain dapat menghambat aktifitas bakteri mulut yang merusak gigi.
- Mengoptimalkan metabolisme gula yang akan menjaga kita terhadap kenaikan kadar gula dalam darah.
- Teh hijau juga sangat kaya antioksidan terutama Epigallocatechin Gallate dengan aktifitas antioksidan yang lebih kuat dibanding vitamin E dalam melawan radikal bebas. Oleh karena itu teh hijau dapat mempercepat penyembuhan dan membantu mencegah timbulnya jerawat, yang sering disebabkan oleh perubahan aktifitas hormonal.
- Epigallocatechin Gallate (EGCG) juga mampu mencegah percepatan oksidasi kolesterol sehingga resiko penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan penyakit jantung dapat dikurangi. Hasil penelitian di Jepang, konsumsi lebih dari dua cangkir teh hijau perhari dapat mengurangi resiko terjadinya Demensia atau lupa ingatan. Teh hijau kaya akan sumber katekin, yang diduga sangat berperan untuk menurunkan berat badan, gangguan kardiovaskular, serta untuk menjaga kesehatan mulut.

No comments:
Post a Comment